background

Apa itu Jihad Selfie?

Salah satu pilar penting dalam hukum Romawi untuk mencari kebenaran adalah “audiatur et altera pars” atau keharusan kita “mendengarkan suara pihak lain”. Terinspirasi dari prinsip inilah, saya membuat film dokumenter “Jihad Selfie” secara independen.

Melalui film ini, saya berusaha mendengarkan langsung “suara pihak lain” agar saya bisa mendapatkan gambaran yang lebih utuh terhadap sebuah fenomena baru, di mana remaja-remaja direkrut oleh kelompok kekerasaan melalui sosial media. Mereka yang direkrut itupun para remaja yang tidak ada ikatan sama sekali dengan jaringan kelompok kekerasaan lama yang sudah dikenal di Indonesia.

Teknik Cinéma vérité ala Jean Rouch saya adopsi. Teknik ini mengikuti kehidupan narasumber film tanpa skrip awal dari sutradara, dan memberi kesempatan bagi penonton untuk ikut mendengarkan suara-suara dari berbagai pihak.

Saya bertemu narasumber utama film ini, Akbar Maulana, remaja 16 tahun dari Aceh secara tidak sengaja di sebuah warung kebab di Kayseri Turki pada bulan Juni 2014. Akbar mendapatkan beasiswa setingkat SMA dari pemerintah Turki untuk belajar agama di SMA Imam Hatib, Kayseri. Waktu itu, ia sedang galau karena dua temannya yang juga dari Indonesia telah bergabung dengan ISIS melalui sosial media. Nah sekarang cukup dengan sosial media saja sudah mampu membuat remaja tanggung seperti Akbar ini kepincut dengan propaganda 'Daesh' di sosial media.

Melihat fenomena ini tentu sangat menganggu diriku yang dulu pernah seumuran Akbar juga ingin menjadi bagian dari sebuah perubahan besar. Dulu perekrut mendatangiku secara personal. Bahwa kemudian kelompok kekerasan dan anti toleran kemudian memakai media sosial itu adalah konsekuensi logis karena mereka juga para manusia seperti kita yang ingin terus menyebarkan ideologi-ideologi dodol mereka itu.

-Noor Huda Ismail

Screen Shot 2016-07-16 at 6.51.49 pm
Screen Shot 2016-07-16 at 6.56.33 pm
Screen Shot 2016-07-16 at 7.00.12 pm
Screen Shot 2016-07-16 at 6.53.20 pm
Screen Shot 2016-07-16 at 6.50.33 pm
Screen Shot 2016-07-16 at 6.58.20 pm
Screen Shot 2016-07-16 at 7.00.56 pm
Screen Shot 2016-07-16 at 6.50.16 pm
Screen Shot 2016-07-16 at 7.02.16 pm
Screen Shot 2016-07-16 at 6.45.41 pm
Screen Shot 2016-07-16 at 6.41.43 pm
Screen Shot 2016-07-16 at 6.41.12 pm
Screen Shot 2016-07-16 at 6.43.10 pm
Screen Shot 2016-07-16 at 6.40.38 pm

Apa latar belakang pembuatan film ini?

Radikalisme itu permasalahan yang sangat kompleks tapi satu hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah membangun hubungan yang sehat dan hangat kepada anak-anak dan remaja yang hidup dalam masyakarat kita.

Para remaja hari itu banyak meluangkan waktu mereka menggunakan media sosial. Media sosial pun menjadi ajang pencarian jati diri mereka. Sehingga demi “eksis” di antara teman-temanya, tidak jarang mereka rela melakukan tindakan-tindakan di luar batas kewajaran.

Dengan membuat film Jihad Selfie, saya mencoba untuk mendengarkan apa yang membuat mereka terpikat dengan dunia kekerasan dan apa yang bisa kita lakukan untuk terlibat dengan sebuah dialog dengan mereka.

Alat yang paling penting adalah “ide”; yang lain kemudian akan menyusul.Noor Huda Ismail

Memahami pola pikir pentolan Daesh adalah sangat penting agar kita bisa meng”counter”nya dengan cara yang lebih eleganNoor Huda Ismail

Dengan ‘Jihad Selfie’, Noor Huda Melacak Mengapa Orang ‘Kepincut’ ISIS

Posted by on / 0 Comments

http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2015-11-24/dengan-%E2%80%98jihad-selfie%E2%80%99-noor-huda-melacak-mengapa-orang-kepincut-isis/1518126 Noor Huda Ismail saat ini sedang melanjutkan pendidikan PhD di Universitas Monash dan di sela-sela studi sering melakukan perjalanan memberikan pendapat mengenai terorisme. Dia sekarang sedang membuat film dokumenter berjudul “Jihad Selfie” setelah bertemu dengan beberapa WNI yang bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak. Setelah serangan di Paris yang diduga dilakukan oleh pendukung...

Read more

Telling the larger story about terrorism: a conversation with PhD candidate Noor Huda Ismail

Posted by on / 0 Comments

PhD candidate Noor Huda Ismail is an author, filmmaker, activist, and self-described “repentant journalist”, and has a desire to tell a larger story about terrorism, foreign fighters and why people join violent organisations. In his book, My Friend the Terrorist, Huda reveals he was once roommate with a future terrorist, a man who would go...

Read more

My school roommate was recruited by a terrorist group. It could have been me

Posted by on / 0 Comments

http://www.smh.com.au/comment/my-school-roommate-was-recruited-by-a-terrorist-group-it-could-have-been-me-20150809-giux84.html For most of us, the issue of foreign fighters is very foreign indeed, almost impossible to fathom. Only deranged people who do not share our values could band with a terrorist organisation like Islamic State. And if they choose to follow that path, then we should never let them come back. But, for me,...

Read more

When jihadists post selfies the government struggles to respond

Posted by on / 0 Comments

When jihadists post selfies the government struggles to respond Noor Huda Ismail, Monash University Like many of us, jihadists with Islamic State (IS) like to take selfies. And hard-line Islamic media like to post them on their websites. These images glorify life under IS to impressionable men and women who are moving to Syria at...

Read more

Why Second Chances Matter

Posted by on / 0 Comments

Read more
No more items